1. Gambaran Umum
Bandar Udara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin (bahasa Inggris: H.A.S. Hanandjoeddin International Airport), dengan kode IATA TJQ dan kode ICAO WIKT, adalah bandar udara satu-satunya yang melayani Pulau Belitung di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia. Bandara ini terletak di Desa Buluh Tumbang, Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung β sekitar 15 hingga 17 kilometer dari pusat Kota Tanjungpandan.
Bandara ini merupakan pintu masuk utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin mengunjungi Pulau Belitung, yang terkenal dengan keindahan alamnya yang memukau: pantai berpasir putih, batu granit raksasa, dan laut sebening kristal yang menjadi latar film terkenal Laskar Pelangi. Sejak kawasan Tanjung Kelayang ditetapkan sebagai Destinasi Super Prioritas Nasional oleh pemerintah pusat, peran strategis bandara ini semakin vital bagi perekonomian dan pariwisata regional.
Sebelumnya dikenal sebagai Bandar Udara Buluh Tumbang, bandara ini berganti nama pada tahun 1998 untuk mengenang jasa Letnan Kolonel (Purnawirawan) Haji Ahmad Sanusi Hanandjoeddin (5 Agustus 1910 β 5 Februari 1995), seorang putra asli Belitung yang berkarier gemilang di Angkatan Udara Indonesia dan kemudian menjabat sebagai Bupati Belitung.
Fakta Utama: Status internasional bandara ini sempat dicabut pada April 2024 karena terhentinya penerbangan internasional pascapandemi COVID-19, namun berhasil dipulihkan kembali pada tahun 2025, menjadikannya kembali sebagai pintu gerbang udara internasional resmi di wilayah Bangka Belitung.
2. Sejarah Bandara
Masa Penjajahan Jepang (1942β1945)
Sejarah panjang Bandara H.A.S. Hanandjoeddin bermula pada masa kelam pendudukan Jepang di Hindia Belanda. Pada 10 April 1942, tentara Jepang menduduki Pulau Belitung dalam pergerakan militer di Pasifik. Untuk mendukung operasi militer mereka, pasukan pendudukan mengerahkan tenaga romusha β kerja paksa warga lokal β bersama karyawan perusahaan timah Belanda (NV Gemeen Schappilijk Mij Billiton) untuk membangun lapangan terbang di kawasan Buluh Tumbang.
Konstruksi landasan udara dimulai sekitar tahun 1943 dan berhasil menghasilkan landasan dasar yang mampu mengakomodasi pesawat-pesawat militer Jepang. Fasilitas ini diberi nama Pelabuhan Udara Buluhtumbang Tanjungpandan, berlokasi di Desa Buluh Tumbang, Kecamatan Tanjungpandan, pada koordinat 02Β°45' LS, 107Β°45' BT.
Masa Kemerdekaan dan Pengelolaan Sipil (1945β1998)
Pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia tahun 1945, bandara ini diambil alih oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum. Pada tahun 1954, pengelolaan beralih ke Jawatan Penerbangan Sipil, menandai babak baru sebagai fasilitas penerbangan komersial.
Dekade berikutnya menyaksikan perkembangan bertahap infrastruktur bandara, seiring meningkatnya kebutuhan transportasi udara untuk pulau yang semakin berkembang secara ekonomi berkat industri timah. Pada akhir 1970-an, Pangkalan TNI AU Tanjungpandan β yang berbagi kawasan dengan bandara sipil β mulai membangun markas komando permanen di Jalan Sudirman, atas bantuan Bupati Belitung saat itu, H.A.S. Hanandjoeddin sendiri.
Pergantian Nama dan Status (1998βKini)
Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor SK 4/AU.106/PHB-98 tanggal 14 Januari 1998, nama Bandar Udara Buluhtumbang secara resmi diganti menjadi Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin. Penggantian nama ini merupakan penghargaan atas jasa-jasa almarhum Haji Ahmad Sanusi Hanandjoeddin yang tak ternilai bagi kemerdekaan dan pembangunan Belitung.
Pada tahun 2017, untuk mengakomodasi lonjakan wisatawan asing yang mengunjungi Belitung β didorong popularitas film Laskar Pelangi β Kementerian Perhubungan meningkatkan status bandara ini menjadi bandara internasional. Garuda Indonesia kemudian membuka rute perdana internasional dari Tanjungpandan ke Singapura, disusul AirAsia dengan rute ke Kuala Lumpur pada 2019 menggunakan Airbus A320.
3. Fasilitas & Infrastruktur
Bandara H.A.S. Hanandjoeddin terus mengalami modernisasi fasilitas untuk memenuhi tuntutan industri penerbangan yang semakin berkembang. Terminal penumpang yang telah direnovasi mengusung desain arsitektur tropis dengan sentuhan budaya lokal Belitung.
Landasan Pacu & Apron
Perpanjangan landasan pacu hingga 3.660 meter yang telah dioperasikan sejak tahun 2016 memungkinkan bandara ini menampung pesawat berbadan lebar. Pada akhir 2014, bandara ini sudah mampu didarati pesawat sekelas Boeing 737-800NG, Boeing 737-900ER, dan Airbus A320. Apron yang luas memberikan fleksibilitas untuk operasi multipesawat secara bersamaan.
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Kode IATA | TJQ |
| Kode ICAO | WIKT |
| Panjang Landasan | 3.660 meter |
| Elevasi | 46 meter (151 kaki) di atas MSL |
| Tipe Pesawat Maksimal | Boeing 737-900ER, Airbus A320 |
| Status | Internasional (dipulihkan 2025) |
| Pengelola | PT Angkasa Pura II (Persero) |
| Lokasi | Desa Buluh Tumbang, Tanjungpandan |
Terminal Penumpang
Terminal penumpang modern Bandara H.A.S. Hanandjoeddin dilengkapi dengan area check-in yang memadai, ruang tunggu keberangkatan yang nyaman, fasilitas kedatangan internasional, serta berbagai gerai makanan dan minuman lokal yang menyajikan kuliner khas Belitung. Desain interior terminal memadukan unsur modern dengan ornamen budaya masyarakat Melayu Belitung.
Aksesibilitas: Bandara ini terletak sekitar 15β17 km dari pusat kota Tanjungpandan, dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 25 menit menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau layanan transportasi daring. Jalur darat menuju bandara sudah beraspal mulus.
4. Rute & Maskapai
Bandar Udara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin melayani penerbangan langsung menuju sejumlah kota besar di Indonesia. Berikut maskapai dan rute yang beroperasi:
| Maskapai | Tujuan Domestik | Jenis Layanan |
|---|---|---|
| Garuda Indonesia | Jakarta (Soekarno-Hatta) | Reguler |
| Citilink | Jakarta (Halim Perdanakusuma) | Reguler |
| Lion Air | Jakarta, Palembang | Reguler |
| Wings Air | Pangkalpinang, Batam | Reguler |
| Super Air Jet | Jakarta | Reguler |
Untuk penerbangan internasional, bandara ini sebelumnya melayani rute ke Kuala Lumpur (Malaysia) via AirAsia dan Singapura via Garuda Indonesia. Rute-rute ini sempat terhenti akibat pandemi COVID-19, namun dengan dipulihkannya status internasional pada 2025, terdapat rencana untuk membuka kembali rute charter dan reguler internasional, terutama pada periode festival pariwisata seperti Belitung International Maritime Festival dan Tanjung Kelayang Tourism Event.
5. Program Pendidikan & Komunitas
Kawasan Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin tidak sekadar berperan sebagai infrastruktur transportasi β di sekitarnya berkembang berbagai program pendidikan dan pemberdayaan komunitas yang berjalan beriringan dengan operasional bandara dan pangkalan TNI AU setempat.
PAUD Angkasa: Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Kawasan
PAUD Angkasa merupakan lembaga pendidikan anak usia dini yang didirikan di lingkungan Pangkalan TNI AU H.A.S. Hanandjoeddin. Sekolah ini menjalankan program pendidikan holistik bagi anak-anak usia 2β6 tahun, menggabungkan pendekatan pembelajaran aktif, bermain, dan pengembangan karakter sejak dini.
PAUD Angkasa dikelola oleh Persatuan Istri Prajurit (Persit) Angkatan Udara setempat, dan menjadi bagian integral dari upaya TNI AU dalam mendukung kesejahteraan keluarga prajurit dan masyarakat sekitar kawasan bandara. Fasilitas sekolah meliputi ruang kelas yang cerah dan kaya warna, area bermain outdoor, serta sentra-sentra belajar yang dirancang untuk stimulasi kognitif, motorik, dan sosial-emosional anak.
Program Unggulan PAUD Angkasa: Sentra Balok (Konstruksi), Sentra Seni, Sentra Alam, kelas memasak sederhana, serta kunjungan edukatif ke area bandara untuk memperkenalkan dunia aviasi kepada anak-anak sejak dini.
TK Angkasa ASH: Pendidikan Pra-Sekolah Bermutu
TK Angkasa ASH (Abdullah Sanusi Hanandjoeddin) adalah taman kanak-kanak yang beroperasi di kawasan Lanud H.A.S. Hanandjoeddin, mengambil nama dari sosok yang sama dengan nama bandara. Sekolah ini menyelenggarakan program pendidikan pra-sekolah selama dua tahun (TK A dan TK B) dengan kurikulum yang mengacu pada standar nasional pendidikan anak usia dini.
TK Angkasa ASH dikenal dengan tradisi Pentas Seni & Pelepasan TK B tahunan yang menjadi perayaan pencapaian siswa sekaligus momen kebersamaan keluarga besar TNI AU dan masyarakat setempat. Penampilan seni budaya anak-anak dalam acara ini kerap menjadi tontonan yang mengharukan dan membanggakan.
Program Edukasi Aviasi untuk Pelajar
Pangkalan TNI AU H.A.S. Hanandjoeddin secara rutin menyelenggarakan program edukasi kedirgantaraan bagi pelajar dari sekolah-sekolah di sekitar kawasan bandara. Program ini bertujuan untuk:
- Menumbuhkan minat dan kecintaan terhadap dunia penerbangan sejak dini
- Memperkenalkan jenis-jenis pesawat terbang dan fungsinya
- Membangun karakter disiplin, nasionalisme, dan cinta tanah air
- Membuka wawasan anak-anak tentang profesi di bidang aviasi dan pertahanan udara
- Menciptakan hubungan harmonis antara TNI AU dan masyarakat sipil sekitar
Seminar & Kegiatan Kemasyarakatan
Kawasan bandara dan pangkalan TNI AU secara aktif menjadi tuan rumah berbagai kegiatan kemasyarakatan berskala besar. Pada 25 April 2017, digelar Seminar Nasional Pengusulan H.A.S. Hanandjoeddin sebagai Pahlawan Nasional di Tanjungpandan, dihadiri lebih dari 380 peserta termasuk Bupati dan Wakil Bupati Belitung, pakar sejarah dari berbagai lembaga nasional, serta tokoh masyarakat. Seminar ini merupakan puncak dari perjuangan panjang masyarakat Bangka Belitung untuk mengangkat almarhum H.A.S. Hanandjoeddin ke status pahlawan nasional.
6. Peran dalam Pariwisata Belitung
Bandara H.A.S. Hanandjoeddin adalah komponen kunci dalam ekosistem pariwisata Pulau Belitung yang sedang tumbuh pesat. Sebagai satu-satunya pintu masuk udara ke pulau ini, bandara berperan langsung dalam menentukan volume dan kualitas kunjungan wisatawan.
Sejak kawasan Tanjung Kelayang ditetapkan sebagai Destinasi Super Prioritas Nasional, jumlah penumpang bandara meningkat signifikan dari tahun ke tahun. Wisatawan yang tiba di bandara ini umumnya menuju destinasi populer seperti:
- Pantai Tanjung Tinggi β lokasi ikonik film Laskar Pelangi dengan batu granit raksasa
- Pantai Tanjung Kelayang β titik keberangkatan island hopping
- Pulau Lengkuas β dengan mercusuar bersejarah peninggalan Belanda
- Bukit Berahu dan berbagai destinasi alam Belitung lainnya
Dampak Ekonomi: Kehadiran bandara internasional mendorong pertumbuhan sektor penginapan, kuliner, dan transportasi lokal. Para pelaku UMKM di sekitar bandara juga ikut berkembang, menjual produk khas Belitung seperti kerajinan batik, olahan laut, dan suvenir wisata bertema Laskar Pelangi.
7. Pengembangan & Masa Depan
Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan, bersama PT Angkasa Pura II selaku pengelola, terus berkomitmen mengembangkan Bandara H.A.S. Hanandjoeddin sebagai bandara bertaraf internasional yang modern dan kompetitif.
Beberapa program pengembangan yang sedang dan akan dilaksanakan meliputi:
- Perluasan kapasitas terminal penumpang untuk mengakomodasi pertumbuhan trafik
- Peningkatan fasilitas kargo untuk mendukung logistik pulau
- Pengembangan fasilitas pendukung pariwisata di area komersial bandara
- Pembukaan kembali rute internasional reguler pasca pemulihan status internasional 2025
- Modernisasi sistem navigasi udara dan keselamatan penerbangan
- Integrasi moda transportasi darat-udara yang lebih baik
Catatan Perkembangan Terkini: Status internasional bandara yang sempat dicabut pada April 2024 telah berhasil dipulihkan pada tahun 2025. Ini membuka kembali peluang penerbangan charter dan reguler internasional yang menjadi kebutuhan vital bagi sektor pariwisata Belitung.
Visi jangka panjang adalah menjadikan Bandara H.A.S. Hanandjoeddin sebagai bandara transit strategis di wilayah barat Indonesia, memanfaatkan posisi geografis Belitung yang berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka dan Laut Cina Selatan. Landasan pacu sepanjang 3.660 meter dan apron yang luas memberikan fondasi kuat untuk mewujudkan ambisi ini.